May 2012
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Recent Comments

    Anda Pengunjung ke :

    vBulletin statistic

    Nilai Logika Matematika Semester 1 Th. 2011/2012

    Sesuai petunjuk dari Koordinator Mata Kuliah Logika Matematika (MA2713) Pak Bedy Purnaama (BDP),
    maka Penilaian Mata Kuliah didasarkan pada 3 Komponen yaitu
    1. Kuis, Bobot = 25%
    2. UTS, Bobot = 35%
    3. UAS, Bobot = 40%

    Dengan pertimbangan Tugas dan Kuis :
    1. Dapat digabung, dan
    2. Melihat Tugas yang diberikan mencakup semua materi perkuliahan, dan
    3. Bobot Tugas dan Kuis dianggap sama (Jumlah Tugas > Kuis)
    maka,
    Komponen Kuis, diambil dari salah satu dari Nilai Tugas atau Kuis.

    Komplain Nilai UTS dan/atau UAS bisa dilakukan mulai
    1. Senin, 09/01/2012 Jam 15.00 – 16.00
    2. Selasa, 10/01/2012 Jam 09.00 – 11.00 dan 13.30 – 15.00
    di Ged. F Ruang 226.

    Semua Nilai sudah saya upload ke i-Gadis untuk diverifikasi dan segera masuk ke i-Gracias.
    Bagi yang tidak melakukan komplain, mohon maaf. Kesempatan sudah saya berikan.

    Saya yakin nilai yang saya publish, tidak memuaskan kalian semua. Mohon maaf.
    Yang nilai nya masih ‘D’ dan atau ‘E’, bisa mengikuti Remedial. Persiapkan semuanya. Sehingga hasilnya bisa memperbaiki nilai sebelumnya.

    Bagi yang sudah bagus, semoga menjadi berkah.
    Mohon maaf bila ada salah-salah kata.

    Terima kasih.

    Ketika Kita Meminta …

    Ketika aku meminta, ” Tuhan, ambillah kesombongan dariku.”

    Tuhan berkata, “Tidak ! bukan AKU yang mengambilnya,  tetapi kau yang harus menyerahkannya. ”
    Ketika aku meminta, ” Tuhan, sempurnakanlah kekurangan tubuhku.”

    Tuhan berkata, “Tidak ! Jiwa dan roh mu telah utuh, tubuhmu hanya sementara yang akan binasa. Perhiasan batiniahmu yang terdiri dari keberadaan diri sejati, yaitu roh yang lemah lembut dan  tenteram, itulah yang berharga di mata-Ku.”
    Ketika aku meminta, ” Tuhan, berikanlah aku kesabaran.”

    Tuhan berkata, “Tidak ! kesabaran didapat dari ketabahanmu ketika imanmu diuji. Itu tidak diberikan, tetapi diraih.”
    Ketika aku meminta, “Tuhan, beri aku kebahagiaan. ”

    Tuhan berkata, “Tidak ! AKU memberi berkat dan kasih karunia, tapi kebahagiaan tergantung pada pilihanmu sendiri untuk menghargai berkat dan anugrah-KU itu.”
    Ketika aku meminta, ” Tuhan, jauhkan dariku kesusahan.”

    Tuhan berkata, “Tidak ! Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan membawamu lebih dekat kepada-KU.”

    Ketika aku meminta, ” Tuhan, berikanlah aku semua yang aku ingini dalam hidupku supaya aku bisa menikmatinya.”

    Tuhan berkata, “Tidak ! Aku memberimu kehidupan supaya kamu menikmati semuanya.”

    Ketika aku meminta, ” Tuhan, bantu aku mencintai orang lain, sebesar cinta-Mu padaku.”
    Tuhan berkata, “Tidak ! Akhirnya kau mengerti.”
    Berbahagialah kita ketika doa-doa yang kita minta belum dijawab karena mata TUHAN sedang tertuju kepada kita untuk memberikan kepada kita yang terbaik yang belum kita ketahui dan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, sehingga pada saat kita diberkati oleh-Nya bibir dan mulut kita tidak akan berhenti bersyukur dan memuji kebesaran nama –Nya …

    Semoga berkah Tuhan untuk kita semua, selamanya. Aamiin

    Sumber : noname

    Pemilik Kenikmatan Sejati

    Kenikmatan sejati terdapat pada agama yang benar, baik secara ilmiah maupun amaliah. Para pemelukya merasakan kenikmatan sempurna. Seperti ditegaskan Allah SWT, sebagai berikut

    “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.” (Al-Fatihah : 6-7)

    Mengenai orang-orang yang bertakwa yang diberi petunjuk Al-Quran

    “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung” (Al-Baqaroh : 5)

    “Maka jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku, lalu siapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka” (Thaha : 123)

    “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka berada dalam neraka” (Al-Infithar : 13-14)

    Orang-orang yang mengikuti petunjuk Al-Quran dan beramal saleh dijanjikan akan mendapatkan kenikmatan sempurna di Akhirat nanti. Sebaliknya, orang-orang yang sesat dan berbuat dosa diancam dengan kesengsaraan. Hal ini telah tercantum dalam semua kitab-kitab suci para Rasul-Nya.

    Orang-orang bertakwa memahami bahwa kenikmatan sejati itu akan diperoleh kelak di Akhirat nanti. Apabila diingatkan dengan janji Allah kepada orang-orang bertakwa dan orang-orang mukmin ini, mereka akan berkata “Kesudahan yang baik itu hanyalah di akhirat nanti.”

    “Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (Al-A’raf : 128)

    Ketika diajukan pertanyaan,”Bagaimana bisa Allah memberikan cobaan, ujian dan musibah kepada para kekasih-Nya dan golongan orang yang benar ?”. Orang-orang yang tidak mengakui bahwa semua perbuatan Allah mengandung hikmah dan kebaikan akan menjawab, ”Allah bebas melakukan dan menentukan apa saja kepada para makhluk-Nya”, sebagaimana Allah berfirman

    “Dia tidak ditanya apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanya” (Al-Anbiya : 23)

    Namun, orang-orang yang mengakui semua perbuatan Allah mengandung hikmah dan kebaikan akan menjawab, “Allah melakukan demikian kepada mereka untuk memperlihatkan kesabaran kita guna mendapatkan pahala di Akhirat dan derajat yang tinggi, serta menyempurnakan ganjarannya tanpa hisab.” Aamiin.

    Ada dua faktor kebodohan besar yang membuat bencana dan ujian dapat memalingkan seseorang dari menjalankan hakikat agama. Pertama, tidak mengetahui hakikat agama itu sendiri. Kedua, tidak mengetahui kenikmatan hakiki yang menjadi tujuan pencarian dan kesempurnaan jiwa, serta yang membuatnya merasa nyaman dan senang. Dua faktor inilah yang membuat seseorang berpaling dari melaksanakan hakikat agama dan tidak mencari kenikmatan hakiki.

    Jelas sekali bahwa hamba yang sempurna adalah yang mengenal kenikmatan hakiki yang dicari dan usaha apa yang bisa membuatnya memperoleh kenikmatan tersebut. Dan tentu bertekad kuat untuk berusaha dan mencintai kenikmatan tersebut secara tulus. Sebab, mengandalkan pengetahuan dan cara saja tidaklah cukup membuat kita bisa memperoleh kenikmatan jika tidak dibarengi usaha. Demikian pula, keinginan kuat tidaklah bisa mendatangkan apa yang diinginkan jika tidak diiringi dengan kesabaran.

    Kebahagian, kesenangan, dan kenikmatan yang sempurna bergantung pada lima faktor

    1. Mengetahui kenikmatan hakiki yang dicari
    2. Mencintainya
    3. Mengetahui cara memperolehnya
    4. Berusaha meraihnya dengan cara tersebut, dan
    5. Bersabar mendapatkannya

    Allah SWT berfirman,

    “Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta yang saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran” (Al-‘Ashr : 1-3)

    Hakikat agama adalah mengerjakan atau mengamalkan semua ibadah baik ibadah jasmaniah maupun ibadah qalbiah. Meninggalkan dan menjauhkan dari perbuatan haram jasmaniah maupun qalbiah. Sesungguhnya Allah SWT. menjamin untuk menolong agama-Nya, pengikut-Nya, dan para kekasih-Nya yang menjalankan agama-Nya baik secara pengetahuan maupun pengamalan (Ilmah dan amaliah). Sebaliknya, tidak menjamin untuk menolong kebatilan sekalipun pelakunya merasa yakin bahwa dirinya adalah orang yang benar. Demikian pula kemuliaan dan kehormatan hanyalah dimiliki oleh orang yang beriman. Kehormatan dan Kemuliaan seseorang tergantung dari kadar keimanannya. Allah SWT. berfirman

    “Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui” (Al-Munafiqun : 8 )

    “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman” (Al-Hajj : 38)

    “Allah adalah pelindung semua orang yang beriman” (Ali Imran : 68)

    “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman” (Al-Anfal : 19)

    Seseorang akan dilindungi Allah SWT sesuai dengan kadar keimanannya. Allah SWT berfirman

    “Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang mukmin yang mengikutimu” (Al-Anfal : 63)

    “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi [hari kiamat]” (al-Mu’min : 51)

    “Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang” (Shaff : 14)

    Tentang Sabar

    Dalam berbagai sumber yang saya baca tentang sabar, di buku ini cukup buat saya untuk memaknai kata sabar.

    Sebagian Muslim mengira bahwa sifat sabar adalah sifat tak berdaya dan sifat yang cenderung lemah dan pengalah. Orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang pasif, tidak memiliki keinginan, bahwa tidak memiliki kemampuan. Orang yang sabar adalah orang yang selalu mengalah pada keadaan. Seperti inilah pandangan sebagian orang tentang sabar.

    Tidak, sekali-kali tidak! Orang yang sabar adalah orang yang justru memiliki kekuatan untuk membalikkan keadaan tak berdaya menjadi kekuatan di masa depan. Sifat sabar bukannlah sifat pasif. Sebaliknya, sabar merupakan sifat yang mendorong pemiliknya untuk terus bergerak mencapai cita-cita atau menuntaskan masalah yang tengah melanda. Seperti apa yang dijelaskan Al Quran seperti berikut

    Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.” Ali Imran : 146

    Dalam ayat di atas, Allah menyatakan bahwa mereka itu tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa. Bencana memang cenderung melemahkan seseorang. Akan tetapi orang-orang yang sabar tidak membiarkan dirinya terlemahkan oleh musibah. Mereka tetap menunjukkan kekuatan di tengah beratnya ujian yang menimpa. Bahkan bukan hanya mereka mampu menjaga kekuatan diri, mereka juga ternyata mampu mempertahankan semangat.

    Ayat di atas juga menyatakan bahwa mereka tidak merasa lesu. Ini berarti mereka tetap tak kehilangan semangat walaupun gelombang kesulitan menghilangkan banyak hal yang mereka miliki. Tidakkah kita melihat mereka ini orang-orang yang sangat aneh ? Ketika orang-orang menjadi lesu dan tertekan karena bencana menimpa, mereka justru tetap menunjukkan kondisi yang penuh semangat dan siap untuk bangkit kembali dari keterpurukan atau untuk terus menghadapi ancaman yang menghadang mereka.

    Orang-orang yang sabar bukan hanya tidak menjadi lemah dan tidak lesu, tetapi mereka juga tidak mau menyerah. Karena mereka tidak mau menyerah, maka sudah tentu tidak menghentikan usaha, tidak kehilangan harapan terhadap keberhasilan,, dan senantiasa optimis akan hasil yang positif. Orang yang sabar, adalah orang yang sangat gigih dan pantang menyerah. Tetapi mereka tetap tenang dalam sifat yang pantang menyerah, sehingga tidak menghilangkan energi dalam proses menuju keberhasilan.

    Dan yang tidak kalah penting adalah senantiasa menyandarkan diri kepada Allah dalam kegigihan. Bahkan dalam berdoa kepada Allah pun tidak tergesa-gesa dan tidak kehilangan kesabaran dalam menantikan terkabulnya doa. Tidak berprasangka jelek kepada Allah, karena doanya belum terkabulkan. Tidak merasa pesimis bahwa doa tidak didengar-Nya. Tetapi selalu optimis bahwa doa itu cuma belum dijawab oleh Allah karena alasan yang hanya diketahui-Nya. Tidak menyerah dan berputus asa dari rahmat dan kasih sayang -Nya, tetapi senantiasa percaya sepenuhnya bahwa tidaklah doanya ditunda pengabulannya melainkan karena Allah Yang Mahas Mengetahui sedang merencanakan yang terbaik bagi mereka. Dan terhadap hal ini, Allah memberi jaminan bahwa doa akan terkabul juga pada akhirnya.

    Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Permohonan salah seorang di antara kalian akan dikabulkan oleh Allah selam ia tidak menampakkan ketidaksabaran (dengan berkata, “Saya berdoa kepada Allah tetapi permintaanku tidak dikabulkan”).” (HR. Bukhari)

    Sumber : Ketika Allah Menguji Kita, Alwi Alatas

    Kisah Tempe Setengah Jadi

    Kisah ini saya peroleh dari buku Ketika Allah Menguji Kita. Kisah ini menggambarkan betapa usaha dan doa terkadang tidak mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan. Namun, dibalik kegagalan tersebut ternyata Allah menyiapkan hal lain yang lebih baik.

    Di suatu tempat di Surabaya, Jawa Timur, hiduplah seorang ibu penjula tempe dengan seorang anaknya yang masih balita. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai penyambung hidup dirinya dan anak semata wayangnya.

    Meski demikan, naris tak pernah lahir sebuah keluhan pun dari bibirnya. Ia selalu menjalani hidupnya dengan riang gembira. “Jika tempe ini yang nanti akan mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyelesalinya … , … demikian dia selalu memaknai hidupya. Suatu Jumat pagi, setelah shalat subuh, dia pun segera bergegas dan mengambil keranjang bambu tempat tempe, lalu dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas satu-satunya meja panjang di rumahnya. Akan tetapi (Deg ! … dadanya bergemuruh …) tempe yang akan dia jual di pasar, ternyata belum jadi. Semuanya masih berupa kacang kedelai, dan sebagian berderai, belum disatukan oleh ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi tempe sempurna. Tubuhnya mendadak lemas. Dia bayangkan, hari ini dia pasti tidak akan mendapatkan uang, untuk makan anaknya, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

    Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. Di tengah rasa putus asa, terbesit secercah harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah SWT, pasti tak ada yang mustahil. Maka, dengan segea ditengadahkan kepalanya, dia angkat tangannya, dan dia baca doa, “ Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hama-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, ubahlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…” Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.

    Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan kehangatan yang menjalari daun itu. Proses peragian memang sedang berlangsung. Dadanya masih bergemuruh. Dengan pelan-pelan, dia buka daun pembungkus tempe itu. Dan akhirnya … dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semuanya menyatu oleh kapas-kapas ragi putih.

    Tetapi, dengan memaksa senyum, dia segera berdiri. Dia yakin Allah pasti sedang ‘memproses’ doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia.

    Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi, “Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah tempe ini. Bantulah aku, kabulkan doaku …”

    Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju ke pasar, dia buka daun pembungkus tempe itu sekali lagi.

    “Tempeku pasti telah jadi sekarang,” batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari sela-sela pembungkus daun itu, dan … belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. “Keajaiban Tuhan akan datang … pasti,” yakinnya.

    Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, ‘tangan’ Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia memanjatkan doa … berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.

    Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia mulai letakkan keranjang-keranjang itu. “Pasti sekarang telah jadi tempe !” batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu pelan-pelan. Dan … dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

    Kecewa, airmata mulai menitiki pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan ? Kenapa tempe itu tidak jadi ? Kenapa Allah begitu tidak adil ? Apakah Dia ingin aku menderita ? Apa salahku ? Demikian batinnya berkecamuk.

    Dengan lemas, dia mulai gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas karpet plastik yang dia sediakn. Tangganya mulai lemas, tak yakin akan ada orang yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar… merasa sendirian. Allah telah meninggalkan aku batinnya.

    Tangisnya kian menjadi-jadi.

    Airmatanya kian mengalir deras. Terbayang di benaknya bahwa esok dia tak akan dapat berjualan … esok dia pun tak akan dapat makan, begitu pula dengan buah hati tersayangnya. Dilihatnya kesibukkan pasar, orang yang lalu lalang, dan ‘teman-temannya’ sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas karena hari sudah menjelang sore. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah habis terjual. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya kembali, dia tak pernah mengalami kejadian ini. Tempenya tak pernah tak jadi. Tangisnya kian menjadi-jadi. Dia merasa cobaan hari itu sangat berat.

    Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan ramah mendarat di pundaknya. Dia memalingkan wajahnya seketika. Seorang perempuan cantik, paruh baya, tengah tersenyum, memandangnya.

    “Maaf Ibu, apakah Ibu punya tempe yang setengah jadi ? Saya lelah sekali mencari-cari di pasar ini sejak pagi, dan tak ada seorang pun pedagang tempe yang menjualnya. Apakah Ibu punya tempe setengah jadi ?”

    Ibu penjual tempe itu termangu-mangu. Terkesima, Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si Ibu cantik tadi, dia cepat menengadahkan tangan. “ Ya Allah, pada saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi sempurna. Jangan Engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe … “ Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “Jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe … “

    “Bagaimana bu ? Apa Ibu menjual tempe setengah jadi ?” tanya perempuan itu lagi.

    Kepanikan melandanya lagi. “Duh Gusti …  bagaimana ini ? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?” ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat … ? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi ! “Alhamdulillah!” pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.

    Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si Ibu cantik itu. “Kok aneh ya, Ibu mencari tempe kok yang belum jadi?”

    Si ibu pembeli tempe itu menyambut, “Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya si Muhammah, yang kuliah S2 di Swedia ingin sekali maka tempe, asli buatan sini. Nah, supaya bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sesampainya di sana masih layak dimakan. Oh ya, semua tempenya saya borong, Bu. Jadi semua tempenya berapa Bu?”

    Begitulah ceritanya. Si Ibu penjual tempe yang tadinya berdoa supaya tempenya jadi, kemudian malah memohon agar tempenya tidak jadi. Penjual tempe yang tadinya merasa sedih dan tertean karena Allah tidak mengabulkan doanya, akhirnya merasa sangat bersyukur karena apa yang telah ditetapkan-Nya. Seperti apa yang disampaikan Al Allamah Abdullah bin Alwi Al Haddad,

    “Jika dengan hikmah Allah suatu jalan ditutup di hadapanmu, maka dengan rahmat-Nya, Dia akan membuka jalan lain bagimu yang lebih bermanfaat dari jalan pertama”

    Sumber : Ketika Allah Menguji Kita, Alwi Alatas, Tarbawi Press

    Kuliah Organisasi Komputer (PI1023)

    Deskripsi Singkat : Kuliah ini memberikan pemahaman tentang evolusi dan kinerja komputer, representasi data, struktur dan fungsi komputer, memori,  media penyimpanan eksternal, perangkat masukan dan keluaran dan struktur bus.

    Tujuan Instrusional Umum : Mahasiswa diharapkan mendapatkan pengetahuan mengenai konsep dasar dari kerja komputer secara keseluruhan dilihat dari aspek unit-unit operasional seperti teknologi perangkat keras, perangkat antarmuka, teknologi dan sistem memori. Mata kuliah ini merupakan prasyarat untuk  mata kuliah selanjutnya Arsitektur Komputer

    1. Pendahuluan 01 Pendahuluan
    2. Komponen, Fitur, dan Desain Sistem (Lab)
    3. Evolusi dan Kinerja komputer 03 Evolusi Komputer
    4. Representasi Fixed-point, Representasi Floating-point, Tipe data 04 Representasi Informasi
    5. Central Processing Unit (CPU)  05 CPU
    6. Memori Internal 06 Memori Internal
    7. Cache Memory  07 Cache Memory
    8. Memori Eksternal 08 Memori Eksternal
    9. Tipe dan Spesifikasi Mikroprosesor, motherboard (Lab)
    10. I/O 09 Input Output
    11. Interkoneksi 10 Bus
    12. Merakit PC dan Installasi (Lab)

    Nilai Akhir : Cetak Bukti Input Nilai Online Hal 2

    Nilai Kerja Praktek Bimbingan ADR

    File Nilai Akhir : Nilai

    Keterangan :

    Ni. PL : Nilai Pembimbing Lapangan

    Ni. DP : Nilai Dosen Pendamping (Pembimbing)

    Jadwal Presentasi Kerja Praktek

    Tidak Kumpul Proposal TA kelas IF-31-G1

    Berikut adalah nama-nama mahasiswa yang telah dan belum mengumpulkan Proposal TA1 dan Seminar sampai tanggal 22 Oktober 2010.

    No Nim Nama KBK*
    1 113040173 LINA YURNALITA
    2 113040310 SUKO HARSOYO
    3 113040314 WIRDA PUSPITA
    4 113040321 DWI ENDANG R
    5 113041002 I WAYAN EDY KARNIAWAN
    6 113051094 SINAR BAYU RAMADHAN ITP
    7 113060111 MAHENDRA IBNU F
    8 113060118 FERICO ELMANUS ITP
    9 113060275 YHUDHA JUWONO
    10 113061006 JESSY TAWISA
    11 113061083 ROMMY BATJO RPLD
    12 113061096 ERWAN RAMDHANI SAPUTRA SKJK
    13 113070020 DANIEL BRILIANTO ITP
    14 113070027 AHMAD AGUNG AHKAM
    15 113070030 EKA MAHADI FAZAR M ITP
    16 113070033 M CAESARA NICOVANDIA
    17 113070040 NUR ROCHMAH SKJK
    18 113070049 ZULKARNAIN WAHYU A S SKJK
    19 113070051 JATI RIDHO INDRAWAN ITP
    20 113070074 FADHIL SETYA P
    21 113070079 ARIF PRADITA HERMAN RPLD
    22 113070086 MOHAMMADA APRILIANTO
    23 113070111 NUR AISYA MAHERANTI RPLD
    24 113070112 WAHYU FAJAR PRATAMA SKJK
    25 113070113 HERLAMBANG BAYU P ITP
    26 113070116 LUQMAN HAKIIM AR
    27 113070128 DZIKY DWI RAHMANTO ITP
    28 113070139 FATTONI AJI PURWANTO ITP
    29 113070146 RIKI AKBAR ITP
    30 113070149 DIMAS PRIAMBODO
    31 113070158 PUTRA KISDARLIANTO ITP
    32 113070169 KARNO L S ITP
    33 113070172 I MADE BHUDI SAPUTRA
    34 113070196 RIDHA RAMADHANSYAH RPLD
    35 113070203 HISMAN NATA SAPUTRA ITP
    36 113070234 RIFKA FARADHILA M RPLD
    37 113070235 FREYSSINETA K P ITP
    38 113070237 TRI AYU INDRANITA ITP
    39 113070246 ARNANTO AKBAR ITP
    40 113070248 ERIANOV ITP
    41 113070249 ASDI GALVANI SKJK
    42 113070254 RENDI CHRISTIAN DSM ITP
    43 113070256 ANIF NURROHMAN
    44 113070257 MEDY RAMADIAN SKJK
    45 113070258 WAHYU EKO NUGROHO SKJK
    46 113070262 DANANG AJI IRAWAN RPLD
    47 113070277 RADHITYA HANGGA Y ITP
    48 113070318 SARAH DYAH HANNINDIARI ITP
    49 113070321 ANGGA PRATAMA RPLD
    50 113070361 RAHMAT REZA MASRI ITP
    51 113070371 RIYANDA NUGRAHA SKJK
    52 113071021 SEPTIA RANI ITP
    53 113071043 ZENFRISON TUAH BUTARBUTAR ITP
    54 113071073 MUHAMMAD RIFQI ROSYID ITP
    55 113071088 GILANG KUSUMA JATI ITP
    56 113071098 ANGGA KUSUMAH SKJK
    57 113071115 DIAN HADIANA ITP

    * mahasiswa tidak mengumpulkan Proposal TA

    Masing-masing proposal telah diserahkan kepada masing-masing KBK untuk dilakukan Desk Evaluation

    Terima kasih,

    -ADR-

    No Nim Nama KBK
    1 113040173 LINA YURNALITA
    2 113040310 SUKO HARSOYO
    3 113040314 WIRDA PUSPITA
    4 113040321 DWI ENDANG R
    5 113041002 I WAYAN EDY KARNIAWAN
    6 113051094 SINAR BAYU RAMADHAN ITP
    7 113060111 MAHENDRA IBNU F
    8 113060118 FERICO ELMANUS ITP
    9 113060275 YHUDHA JUWONO
    10 113061006 JESSY TAWISA
    11 113061083 ROMMY BATJO RPLD
    12 113061096 ERWAN RAMDHANI SAPUTRA SKJK
    13 113070020 DANIEL BRILIANTO ITP
    14 113070027 AHMAD AGUNG AHKAM
    15 113070030 EKA MAHADI FAZAR M ITP
    16 113070033 M CAESARA NICOVANDIA
    17 113070040 NUR ROCHMAH SKJK
    18 113070049 ZULKARNAIN WAHYU A S SKJK
    19 113070051 JATI RIDHO INDRAWAN ITP
    20 113070074 FADHIL SETYA P
    21 113070079 ARIF PRADITA HERMAN RPLD
    22 113070086 MOHAMMADA APRILIANTO
    23 113070111 NUR AISYA MAHERANTI RPLD
    24 113070112 WAHYU FAJAR PRATAMA SKJK
    25 113070113 HERLAMBANG BAYU P ITP
    26 113070116 LUQMAN HAKIIM AR
    27 113070128 DZIKY DWI RAHMANTO ITP
    28 113070139 FATTONI AJI PURWANTO ITP
    29 113070146 RIKI AKBAR ITP
    30 113070149 DIMAS PRIAMBODO
    31 113070158 PUTRA KISDARLIANTO ITP
    32 113070169 KARNO L S ITP
    33 113070172 I MADE BHUDI SAPUTRA
    34 113070196 RIDHA RAMADHANSYAH RPLD
    35 113070203 HISMAN NATA SAPUTRA ITP
    36 113070234 RIFKA FARADHILA M RPLD
    37 113070235 FREYSSINETA K P ITP
    38 113070237 TRI AYU INDRANITA ITP
    39 113070246 ARNANTO AKBAR ITP
    40 113070248 ERIANOV ITP
    41 113070249 ASDI GALVANI SKJK
    42 113070254 RENDI CHRISTIAN DSM ITP
    43 113070256 ANIF NURROHMAN
    44 113070257 MEDY RAMADIAN SKJK
    45 113070258 WAHYU EKO NUGROHO SKJK
    46 113070262 DANANG AJI IRAWAN RPLD
    47 113070277 RADHITYA HANGGA Y ITP
    48 113070318 SARAH DYAH HANNINDIARI ITP
    49 113070321 ANGGA PRATAMA RPLD
    50 113070361 RAHMAT REZA MASRI ITP
    51 113070371 RIYANDA NUGRAHA SKJK
    52 113071021 SEPTIA RANI ITP
    53 113071043 ZENFRISON TUAH BUTARBUTAR ITP
    54 113071073 MUHAMMAD RIFQI ROSYID ITP
    55 113071088 GILANG KUSUMA JATI ITP
    56 113071098 ANGGA KUSUMAH SKJK
    57 113071115 DIAN HADIANA ITP

    sebuah Cermin

    Diambil dari sharing yang dikirimkan teman di BBM.  Semoga berkah ALLAH SWT untuk penulis awal, pengirim dan teman-teman yang membaca.

    —-

    Apa kamu tahu mengapa kaca depan sebuah mobil begitu besar dan kaca spion begitu kecil?. Karena MASA LALU kita tidak sepenting MASA DEPAN kita. Lihatlah ke Depan dan bergerak Maju.

    Persahabatan itu seperti sebuah BUKU. Hanya perlu beberapa detik untuk membakarnya, namun perlu bertahun-tahun untuk menulisnya.

    Segala hal dalam hidup ini adalah SEMENTARA. Bila berjalan dengan lancar, NIKMATILAH. Semua itu tidak akan bertahan selamanya. Bila tidak berjalan tidak benar, jangan khawatir. Semua itu tidak akan bertahan selamanya juga.

    Teman lama adalah Emas. Teman Baru adalah Berlian. Jika kamu mendapatkan sebuah berlian, jangan lupakan Emas. Karena untuk dapat meletakkan sebuah Berlian, kamu selalu memerlukan dudukannya yang terbuat dari Emas.

    Seringkali ketika kita kehilangan harapan dan berfikir bahwa inilah akhir dari semuanya, TUHAN tersenyum dari atas sana dan berkata, “Santailah, sayang, ini hanyalah sebuah belokan, bukan jalan buntu !”.

    Ketika TUHAN menyelesaikan masalah-masalahmu, kamu memiliki keyakinan atas kemampuan-NYA. Ketika TUHAN tidak menyelesaikan masalah-masalahmu, DIA memiliki keyakinan atas kemampuanmu. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, TUHAN mendengarkanmu dan memberkati mereka.

    Dan kadangkala, ketika kamu aman dan bahagia, ingatlah bahwa seseorang telah berdoa untukmu. KEKHAWATIRAN tidak akan menghilangkan KESULITAN di hari esok, namun menghilangkan KEDAMAIAN hari ini.

    Selamat mengalami perjalanan yang berbuah !